Tampilkan postingan dengan label cerita mereka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita mereka. Tampilkan semua postingan
TEKOBINANGA

TEKOBINANGA

Penulis MUHARDIN HAJIMUGO

TEKOBINANGA
Sebuah Perkampungan Kecil Yang Berada Di Bagian Timur Kab Bantaeng,Tepatx Di Dusun Makkaninong,Desa Biangkeke,Kec Pajukukang,Yah...TEKOBINANGA Namax Unik,Kecil,Dan Nyaris Hilang Dari Peta,yg Luas tanahx Tdk Lebih Dari Setengah Hektar,dgan Jumlah Rumah yang hanya Sekitar 15 Rmh, Yah..Kecil Mungil Unik,Namun Melahirkan Tokoh Besar Dan Berpengaruh Di samanx,Siapa Yang Tdk Kenal H.ABD GANI Atau HAJI MUGO,Sebagai tokoh Agama Dan Sekaligus Imam Desa Biangkeke,TEKOBINANGA jg Melahirkan Sosok Nasionalis H.HAMZAH RAUF yang menjadi pegawai Kanwil Depsos Mks,dan Anggota DPRD KAB Bantaeng Dua Periode,Yah TAKOBINANGA,kmi tdk punya Rmh sakit tpi kami Melahirkan sosok DG KAMI yang menjadi Dokter Kami Dikala Rmh skit sdh Tdk Mampu Mengobati Secara Medis,TEKOBINGA juga Melahirkan Sosok DG Maring Di Bidang Pertukangan,TEKOBINANGA jga Melahirkan Sosok MUHLIS,Dg MULLI di Bidang Jual Beli Ternak yah Itulah TEKOBINANGA,yg Tdk henti2x Melahirkan Tokoh,Siapa yang tdk Kenal Hikmawati Edy di Depsos Btg mereka Titisan Darah TEKOBINANGA,Kami jg Menitipkan Sosok Pengusaha Abd Khalil Ikhsan Di Kota Makasar,jg Seorang Konsultan Munatsir Abu Rinjani jg Titisan TEKOBINANGA,Jumriani Jum ,Ani Jamal ,Edy Atma ,Bang Dzafran ,Rachmat Hidayat Alrazidin ,Racmat Qadri ,Mereka Titisan TEKOBINANGA, Darah,Daging,tulang-belulang Mereka adalah TEKOBINANGA,jangan Pernah Takut Sodara Dengan Kerasx Dunia,jangan Pernah Gentar Dngan Gelombang dan Badai Kehidupan,Banggalah Menjadi Bagian Dari Sejarah TEKOBINANGA,KITA adalah BATANG KAYU CINA,yg tdk Mudah Menyerah apalagi Mati jikalau di Pangkas.kita mampu Bertahan Dngan Panasx Dunia,Yah Kalian Putra-Putri TEKOBINANG... memang Kita Dari Perkampungan Kecil Dan Sedikit Kumuh,Namun Persiapka diri Kalian Menjadi Tokoh Yang Besar,Berpengaruh,Hebat,Karna Kalian Sudah Berada Dalam Lingkaran Darah TEKOBINANGA DAN H.ABD GANI.Namun Tidak Melupakan Bahwa Kita Dri Yang Kecil,Kecil,Kecil..Di Mata Sang Pencipta.Sang Pemilik Alam Semesta...TEKOBINANGA.
cerita mereka

cerita mereka


penulis denny

TEROMPET BERBUNGKUS ALQURAN
Ketika kertas berisi ayat suci menjadi bungkus terompet tahun baru.
Engkau berteriak, "Itu penghinaan !" Seakan-akan engkau pembela Tuhan sejati.
Engkau yang terjebak pada simbol, meraung ketika simbol itu ditempatkan pada tempat yang tidak layak. Tetapi tahukah kau tempat apa yang paling tidak layak untuk sebuah ayat suci ?
Yaitu, hati yang kotor.
Engkau adalah pembaca ayat dengan lantunan suara yang indah. Engkau mensucikan diri sebelum membaca kitab suci. Bahkan engkau menaruhnya di kepala sebagai tanda penghormatan terhadap firman.
Tetapi bahkan sedikitpun pesan di dalamnya tidak pernah engkau pahami. Dengan ayat itu engkau mencaci maki. Ayat itu kau gunakan untuk menzolimi. Ayat yang kau lantunkan itu sama sekali tidak membuatmu menjadi pengasih.
Engkau sombong dengan kemampuanmu, pamer dengan kebisaanmu dan yang gilanya lagi, engkau melacurkan diri dengan menjual ayat-ayat itu.
Sedangkan kertas yang berisi ayat suci dan menjadi bungkus terumpet tahun baru itu lebih mulya daripadamu. Kertas itu menghasilkan pendapatan bagi para pedagang terumpet, memberi makan keluarganya dan kau tahu kemewahan yang datang kepada mereka bahkan hanya setahun sekali.
Karena teriakanmu yg sombong dan menyakitkan, jualan mereka disita polisi. Mereka menangis, karena itu barang dagangan yg mereka beli. Mereka berharap rejeki. Tahukah kau, bagaimana ia pulang dan menghadap tatapan anak istrinya nanti ?
Engkau berkata itu penghinaan terhadap agama ? Apakah agamamu menyembah kertas sehingga engkau merasa terhina ?
Yang suci dari sebuah kitab adalah perkataan-Nya, yang terbungkus dalam surat dan ayat2, bukan kertasnya. Kertas itu kertas biasa, yang tidak berpengaruh apa2 pada kesucian perkataan-Nya. Kertas itu hanya media, tinta untuk menulisnya hanyalah alat saja.
Tahukah kau apa penghinaan itu ?
Penghinaan itu adalah ketika engkau mengagumi kebesaran Tuhan pada lafaz di badan seekor ikan, pada awan yang membentuk kalimat Tuhan, pada tumbuhan yang bertaut seperti nama Tuhan. Kekagumanmu pada itu adalah penghinaan.
Bagaimana Tuhan yang begitu Maha, kau kecilkan dengan lafaz-lafaz yang tertera itu ? Ikan itu sendiri adalah kebesaran-Nya, awan itu sendiri adalah keberadaan-Nya dan tumbuhan itu sendiri adalah kemulyaan-Nya.
Tuhan tidak perlu menghinakan diri dengan menulis nama-Nya dibenda ciptaan-Nya. Karena Tuhan tidak butuh simbol supaya kau bisa menyembahnya. Tuhan tidak butuh kau mengagungkan-Nya. Kaulah yang butuh kepada-Nya.
Ketika kau mengatakan bahwa kau beragama dan ternyata kau malah menjadi sombong, maka mulailah berkaca, benarkah agamaku ? Atau aku yang salah menafsirkan petunjuk-Nya ?
Tunggu saja para pedagang itu mengadu. "Tuhan, mereka merampas rejekiku hanya karena firman-Mu ada di barang daganganku.." Tuhan memberi mereka rejeki dengan menggunakan nama-Nya, tapi engkau merampoknya. Engkau yang selalu merasa sok suci, bahkan lebih hina dari babi. Babi hanya berkubang di air lumpur, engkau memakan lumpurnya.
Dan semua atas nama Tuhan. Tuhanmu adalah kertas. Engkau merasa terhina, padahal engkaulah sejatinya penghina.
Sini minum kopi, biar kutampar semua kepicikan beragama yang ada dalam benakmu selama ini..
cerita mereka

cerita mereka

penulis zaenal masri



Langkahnya terhenti di tepian senja
Imannya guyar di terpa ombak
Tepian telaga air mata mengalir derasnya
Merambat ke pori pori térasa hebatnya
Tetesan hujan dari selah hati
Mengintai dari waktu yang tak dapat di tentukan
Kemarin dia masih berkilah
Sekarang tak dapat berkata
Jalan datar hampiri mereka
Hiasan dari seribu pohon cemara seakan terlupa
Tiang tiang hati mulai goyah
Yah....hitam putih hidup di antara mereka

Kita berbeda.
Zaenal masri 13 desember 2015
Makassar
cerita mereka

cerita mereka

penulis zaenal masri


Hiasan bunga merah
Masih diam, nampak tak berkilah
Kami pemuja malu tak menyapa
Dalam malam.
Hiasannya masih merona
Tak terbaca oleh gambaran
Sepatah nada lirihpun tak kau layangkan
Dasar kami pemuja malu
Pura pura diam dalam harap
Menanti ikatan
sore kemarin disimpulnya.

ZAENAL MASRI
MAKASSAR, 21 DESEMBER 2015
JL.JIPANG RAYA
KARAENG BONTO TANGNGA 2
PONDOK SUSU
cerita mereka

cerita mereka

penulis  zaenal masri


MUKA KAKU
Tak ada bilangan tak ada suara
Nafasnya kaku terbawah lemah
Langkahnya datar tanpa arah
Riwayatnya mulai pucat
Dari pagi hingga sore
Tak ada nampan tak ada gelas
Yang ada hanyalah nafas.
Nafas tersenggal ,
yang mulai sobek
Menahan hantaman badai pagi.
Muka muka kusam semakin kaku
Huhhh.....
Meman betul tak ada bilangan tak ada suara.

ZAENAL MASRI
22 Desember 2015
Jl. Jipang raya / karaeng bonto tangnga dua
Pondok susu
cerita mereka

cerita mereka

peulis muhammad agus t


Tangis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam serupa dengan tertawanya, tidak berlebihan. Kala menangis, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tidak tersedu-sedu dan tidak berteriak-teriak, namun air matanya berlinang, desis napasnya terdengar.. Kala tertawa, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam tidak terbahak-bahak.
Terkadang tangisan beliau shallallahu ‘alaihi wasallam merupakan ungkapan kasih sayangnya terhadap orang yang meninggal, ungkapan kekhawatiran dan belas kasih terhadap umatnya, wujud rasa takutnya kepada Allah, atau (perasaannya) ketika mendengar Al-Quran. Itulah tangisan yang timbul dari rasa rindu, cinta, serta pengagungan yang bercampur rasa takut kepada Allah. (Zadul Ma’ad, 1:183)
Abdullah bin Mas’ud menuturkan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Bacakan (Al-Quran) untukku.’ Lalu kukatakan, ‘Wahai Rasulullah, kubacakan untukmu padahal Al-Quran turun kepadamu?’ Beliau berkata, ‘Ya, sesungguhnya aku ingin mendengarkannya dari orang lain.’
Lalu kubaca surat An-Nisa hingga sampai ayat,
فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِن كُلِّ أمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَـؤُلاء شَهِيداً
‘Maka bagaimanakah (keadaan orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap umat dan Kami datangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka (sebagai umatmu).’ (QS. An-Nisa: 41)
Beliau lantas berkata, ‘Ya, cukup.’ Tiba-tiba, air mata beliau menetes.”
Demikian pula Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah menangis ketika menyaksikan salah seorang cucunya di ujung ajal. Juga ketika beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menyaksikan putranya, Ibrahim, meninggal. Air mata beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menetes karena belas kasih beliau shallallahu ‘alaihi wasallam kepada keduanya. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga menangis ketika Utsman bin Madh’un wafat. Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menangis ketika terjadi gerhana matahari, lantas beliau melaksanakan shalat gerhana dan beliau menangis dalam shalatnya. Kadang pula, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam menangis saat menunaikan shalat malam.
Terdapat suatu riwayat bahwasanya beliau shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan, “Beberapa surat telah membuatku beruban, seperti surat Hud, Al-Waqi’ah, Al-Mursalat, Amma Yatasa’alun, dan surat Idzasy Syamsu Kuwwirat.” (Shahihul Jami, no. 3723)
Bacaan Al-Quran Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bisa “membelah” hati seseorang, sebagaimana tertera dalam Ash-Shahihain, berupa riwayat dari Jubair bin Muth’im; ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca surat Ath-Thur dalam shalat maghrib. Tidaklah kudengar suara yang lebih bagus dibandingkan suara beliau.”
Dalam riwayat lain disebutkan, “Maka tatkala aku mendengar beliau membaca,
أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ
‘Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?’ (QS. Ath-Thur: 35) Hampir saja jantungku terbang.’” (wanitasalihah)
cerita mereka

cerita mereka

penulis muhammad agus


'Aidh al-Qarni
Rasulullah s.a.w. diutus kepada umat manusia dengan membawa pesan dakwah rabbaniyah dan tidak memiliki propaganda apapun tentang dunia.
Maka, Rasulullah s.a.w. tak pernah dianugerahai gudang harta, hamparan kebun buah yang luas, dan tidak pula tinggal di istana yang megah. Dan saat pertama kali datang, hanya beberapa orang yang mencintainya saja yang bersumpah setia mengikuti ajaran yang dibawanya. Dan mereka tetap teguh memegang janji meski pelbagai kesulitan dan ancaman datang mendera.
Begitulah, betapa kuatnya keimanan dan kecintaan mereka pada Muhammad s.a.w.; saat berjumlah sedikit, masih sangat lemah, dan nyaris selalu diliputi ancaman dari orang-orang disekitarnya, mereka tetap teguh mencintai Rasulullah s.a.w.
Mereka pernah ada yang dikucilkan masyarakatnya, dipersulit jalur perekonomiannya, dicemarkan nama baiknya, dijatuhkan martabat dan kewibawaannya di depan umum, diusir dari kampungnya, dan disiksa bersama keluarganya. Meski demikian, kecintaan mereka terhadap Muhammad tak goyah sejengkalpun.
Diantara mereka, ada yang pernah dijemur di tengah padang pasir yang panas, dikurung dalam penjara bawah tanah, dan disiksa dengan berbagai cara. Namun demikian, mereka tetap mencintai Rasulullah s.a.w.
Negeri, kampung halaman, dan rumah-rumah mereka pun pernah diperangi dan dirampas. Maka, mereka banyak yang harus bercerai berai dengan keluarganya, berpisah dengan kawan karibnya dan meninggalkan harta bendanya. Meski demikian, ternyata mereka tetap mencintai Rasulullah s.a.w.
Kaum mukminin seringkali mendapatkan cobaan saat menjalankan dakwah. Mereka tak hanya dibatasi ruang geraknya, tetapi kadang keluarga dan dirinya juga diancam akan dibunuh. Bahkan, ada kalanya dalam menjalankan dakwah mereka harus rela dan sabar menanggung kesengsaraan dan penderitaan yang panjang. Namun, karena tetap berprasangka baik terhadap Allah, maka mereka pun tetap sangat mencintai Rasulullah s.a.w.
Tak sedikit pada sahabat muda Nabi s.a.w. yang tak sempat menikmati masa mudanya sebagaimana anak muda yang lain. Itu terjadi, karena mereka harus senantiasa ikut berperang di bawah bayang-bayang kilatan pedang musuh demi membela keyakinan dan kecintaan mereka pada Muhammad s.a.w..
Tentang mereka ini, sebuah syair mengatakan:
Kilatan pedang-pedang itu laksana bayangan bunga di kebun hijau,
dan menebarkan bau wangi yang semerbak.
Begitulah, pada masa itu setiap pemuda siap berangkat ke medan perang dan menjemput maut. Meski demikian, mereka tak gentar sedikitpun dan justru memandang perjuangan di medan perang itu laksana sebuah wisata atau pesta di malam hari raya. Dan itu, tak lain juga didorong oleh kecintaan mereka terhadap Rasulullah s.a.w.
Syahdan, seorang sahabat pernah diutus untuk masuk ke kandang musuh dan menghantarkan surat kepada mereka. Sahabat itu sadar bahwa kemungkinan dirinya dapat kembali lagi sangat kecil. Namun, ternyata ia tetap melakukan tugas itu. Ada pula seorang sahabat yang ketika diminta menjalankan suatu tugas, ia menyadari bahwa tugas itu adalah tugasnya yang terakhir. Namun ia tetap pergi dengan suka cita menjalankan tugas tersebut. Demikianlah, semua hal tadi mereka lakukan adalah karena kecintaan mereka yang besar terhadap Nabi Muhammad s.a.w.
Mengapa mereka sedemikian rupa mencintai Rasulullah s.a.w.? Mengapa mereka sangat bahagia dengan risalah yang dibawanya, merasa tenteram dengan manhaj-nya, sangat gembira menyambut kedatangannya, dan mampu melupakan semua rasa sakit, kesulitan, tantangan dan ancaman demi mengikutinya?
Jawabannya adalah karena mereka melihat pada diri Nabi Muhammad terdapat semua makna kebaikan dan kebahagiaan. Juga, tanda-tanda kebajikan dan kebenaran. Beliau mampu menjadi penunjuk jalan bagi siapa saja dalam pelbagai masalah besar. Bahkan, dengan sentuhan kelembutan dan kasih sayangnya beliau mampu memadamkan semua gejolak hati mereka. Dengan ucapannya, beliau mampu menyejukkan isi dada siapa saja. Dan dengan risalahnya, ia mampu menghangatkan ruh mereka.
Rasulullah s.a.w juga berhasil menancapkan kerelaan pada jiwa setiap sahabatnya. Maka, tak mustahil bila mereka tidak lagi pernah memperhitungkan pelbagai rintangan yang menghadang jalan dakwah mereka. Sebab, kokohnya keyakinan yang ada dalam dada mereka telah melupakan semua luka, tekanan, dan kesengsaraan itu.
Beliau berhasil meluruskan hati nurani mereka dengan tuntunannya, menyinari mata hati mereka dengan cahayanya, menyingkirkan unsur-unsur jahiliyah dari leher mereka, menghapuskan warna paganisme dari punggung mereka, menanggalkan semua kalung kemusyrikan dari leher mereka, dan memadamkan semua api kedengkian dan permusuhan dari ruh-ruh mereka.
Dan lebih dari itu, beliau berhasil menuangkan air keyakinan ke dalam perasaan mereka. Karena itu, jiwa raga mereka menjadi tenteram, hati mereka senantiasa sejuk damai, dan otot-otot syaraf mereka selalu kendur dan mudah terkendali.
Ada banyak faktor yang membuat kecintaan para sahabat terhadap Rasulullah s.a.w. semakin besar. Diantaranya, saat bersama Rasulullah s.a.w. mereka senantiasa merasakan kenikmatan hidup, saat berada di dekatnya mereka merasakan hangatnya kasih sayang dan ketulusan hati, saat berada di bawah payung ajarannya mereka merasakan ketenteraman, dengan mematuhi perintahnya mereka mendapatkan keselamatan, dan dengan meneladai sunah-sunahnya mereka mendapatkan kekayaan batin.
{Dan, tidaklah Kami utus kamu kecuali menjadi rahmat bagi semesta alam.}
(QS. Al-Anbiyr: 107)
{Dan sesungguhnya, kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.}
(QS. Asy-Syura: 52)
{Dan, (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya.}
(QS. Al-Mi idah: 16)
{Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul diantara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka Kitab dan Hikmah (asSunah). Dan sesungguhnya, mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.}
(QS. Al-Jumu'ah: 2)
{Dan, membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.}
(QS. Al-A'raf: 157)
{Penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu.}
(QS. Al-Anfal: 24)
{Dan, kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu darinya.}
(QS. Ali 'Imran: 103)
Sungguh, mereka benar-benar menjadi orang yang bahagia dalam arti yang sebenarnya,saat bersama pemimpin dan suri tauladan mereka. Maka dari itu, sangatlah pantas bila mereka berbahagia dan bergembira.
Wahai malam yang menakutkan, tidakkah engkau kembali?
zamanmu akan diguyur dengan hujan dari langit
Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada si pembebas akal dari belenggu-belenggu penyimpangan, dan si penyelamat jiwa dari ketergelinciran itu. Karuniakanlah ridha-Mu kepada para sahabat yang mulia sebagai ganjaran atas apa yang telah mereka perjuangkan.[]
___
*Dikutip dari buku Laa Tahzan, Syeikh 'Aidh al-Qarni
cerita mereka

cerita mereka

Salam Pembebasan Nasional "
Dengan di sahkan PP NO 78 TAHUN 2015 Terkai dengan PENGUPAHAN untuk seluruh BURUH INDONESIA Yakni : Upah Minimum Regional (UMR) Oleh President Republik Indonesia (RI) Dan DPD Komisi IX Pusat ibu kota (Jakaarta) Pada tgl 23 oktober 2015 Dan telah di laksanakan pada tanggal 1 November 2015 Kemarin Sampai seterusnya (BERJALAN). Hal ini membawa dampak negatif bagi buruh seluruh indonesia sebab dalam pengkajian Ekonomi-PolitikHal ini adalah siasati Para Capitalis asing dan agen imprelis sebut sajah TRIAS POLITICAL (Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif). Demikian dapat di simpulkan bahwa Negara dan pemerintahan kita tak berani mengambil kebijakan untuk melawan kebiadaban sang pemodal (Borjuisme-Capitalisme) Serta penerapan Hak kebebasan Demokrasi kerakyatan bagi seluruh lapisan rakyat yang tertindas baik dari : BURUH, TANI, KAUM MISKIN KOTA, DESA, NELAYAN, DAN PERSATUAN SERIKAT PEREMPUAN. Sebab Kita ketahuibersama bawasannya si capitalis adalah pemilik TENAGA PRODUKTIF DAN ALAT PRODUKTIF mencintai NILAI LEBIH DAN BUDAYA EKSPANSI, EKSPOLITASI DAN AKUMULASI DALAM HAL FINANCE CAPITAL (Watak Monopolistik). Untuk melanggengkan serta memperbanyak Comoditas dalam Mekanisme Pasar bebas (CORAK PRODUKSI) Baca : Kerjs upahan dan mekanisme penghisapan (Marx-Engels). Selain ada agen Imperalis Ada pula Perangkap (Ekorisme) Dalam hal FASISME warisan ORBAIS. Olehnya itu kepada seluruh elemen strategis mari kita bersatu mengajak dan memberikan penyadaran kepada lapisan Rakyat tertindas serta memobilisasi Mereka dengan tuntutan :CABUT UU PP NO 78, LAWAN MILITERISME, TANGKAP DAN ADILI PELANGGARAN HAM, DAN BANGUN PARTAI ALTERNATIF.Salam Pembebasan Nasional dan Pertai Pembebasan RakyatIndonesia. (PEMBEBASAN SEINDONESIA DAN PPRI)
cerita mereka

cerita mereka

KALIAN TERLALU SIBUK..!
Kalian melupakan suara kami.
Kalian tak Menganggap kami.
Kami juga Anak Cucumu Ibu Pertiwi
Kami pun tinggal di pulaumu Ibu Pertiwi
Kini Pulaumu bukanlah milik kami
Kini kekayaan alammu pun bukan kami yang nikmati.
Masihkah kami dapat Bertahan Di Pulaumu Ibu Pertiwi?
Anak Cucumu merintih,
Merekapun Tak Peduli
Kami Menjadi Budak Di Pulaumu ibu pertiwi
Merekapun tetap tak peduli
Akankah anak cucumu menjadi budak di negeri sendiri?
Tidak...Ibu Pertiwi
Kami tidak akan biarkan itu terjadi..
Kami akan selamatkan Anak Cucumu Ibu pertiwi
Walau akhirnya kami harus lepas dari pulaumu ibu pertiwi..

want You To Save Papua.
cerita mereka

cerita mereka

Hey ... katamu pacaran itu bisa jadi penyemangat untuk meningkatkan kecerdasan. Mana? Basih loe!
Yang ada tuh pembodohan!!!
Saat SMS: <~ survey inbox teman.
Co: "Bebz, sudah makan?"
Ce: "Belum bebz."
Co: "Kok belum sih, nanti sakit loh. Makan dulu gih."
Ce: "Tapi suapin yah?"
Co: "Iya. Aaaaaaaa' ..."
(Ini yang bego siapa yah? Loe suapin ampe kucing bisa joget pun ya gak bakal kenyang tuh perut. Aneh tau!!!)
kiki emotikon P.E.M.B.O.D.O.H.A.N kiki emotikon
***
Hey ... katamu yang gak mau pacaran itu karena gak laku. Prespektif darimana tuh? Sotoy loe!
Gak mau pacaran itu tandanya taat aturan!!!
Dialog fiktif:
Shinta: "Ra, kamu gak pacaran?"
Zahra: "Alhamdulillah, tidak, Shin."
Shinta: "Kenapa?"
Zahra: "Ya karena ini aturan mainnya."
Shinta: "Aturan main apa sih?"
Zahra: "Ya aturan main saat kita hidup di dunia, Shin."
Shintia: "Terus apa hubungannya dengan pacaran?"
Zahra: "Ya ada, lah. Kamu islam kan?"
Shinta: "Iya dong!!! Ah kamu ini!!!"
Zahra: "Kalau islam, panutan kita siapa hayooo?"
Shinta: "Panutan kita ya Nabi Muhammad, lah."
Zahra: "Bener? Apa gak salah tuh?"
Shinta: "Ya gak, lah."
Zahra: "Kalau memang bener panutan kamu Sang Rosulillah, lantas kalau pacaran itu nganut siapa?"
Tit ... tit ... tit ...tit ...
Zahra: "Kok diem, Shin? Apa Rosulullah pernah pacaran gitu pas mau nikah sama Bunda Khadijah? Gak kan."
Shinta: Masih diem.
Zahra: "Shin, kita hidup sebagai muslimah itu harus taat aturan. Dan aturan kita itu adalah Al-Quran dan Sunnah beliau, Nabi kita Muhammad. Jika kamu pacaran lantas kamu anut aturannya siapa? sedang nabi kita saja mengharamkannya."
Tit ... tit ... tit ... tit ...
kiki emotikon J.O.M.B.L.O...K.E.C.kiki emotikon
***
Note:
Pacaran, kiblatnya adalah negara barat. Mereka mengatasnamakan cinta agar hubungan lawan jenis bisa dilegalkan. Jika kamu berakhidah islam namun masih pacaran, lantas kiblatmu yang mana? teladan Rosulillah atau artis-artis barat yang merusak iman dan akhidah? Renungkanlah.
‪#‎Fay‬, 09 Rabiul Awwal 1437 H