==============
Sapuan bening kristal menghapus rona penghias pipi Sora. Sendu mengalir, nada bergetar mengucap kata yang selama ini dipendamnya.
.
Lelah, satu kata pasti ia rasakan. Hubungan ini begitu sulit. 20 tahun bersama, sahabat menjadi cinta, apa itu mustahil bagi manusia ?
.
"hentikan. Jangan sia-sia buang air matamu,"
Tepukan lembut mendarat dipundak Sora. Sang gadis bersurai hitam hanya menunduk mencengkeram celana kuat-kuat.
"Ken, tak bisakah kau melihatku sebagai seorang wanita?"
"memang selama ini aku menyebutmu pria? Hentikan Sora. Jangan rusak kenangan indah yang kita lalui bersama."
"aku hanya. . ."
"kau begitu menyebalkan akhir-akhir ini. Selalu berbicara tentang cinta. Sora, tahukah kau membuatku muak?"
Ken menelan ludah, menyambung kalimatnya kembali.
"pernyataanmu setiap hari menyudutkanku. Tahukah kau jika seharusnya aku yang berucap tentang itu,"
"ma. . . maksutmu,"
"ya, aku. . . aku juga mencintaimu," ucapnya memalingkan wajah