cerita teman

Misi Terakhir
Oleh: Aziz
Sebaris pesan datang di pagi buta.

-Ziz, Olif hilang. Bisa bantu?-
Rupanya SMS dari Fitri sobat jauh di seberang sana. Segera kubalas,
-OKE, AKAN KUUSAHAKAN-
***
Namaku Aziz. Spesialis pencari kucing. Sebuah pekerjaan yang tak semua orang mau menjalaninya. Semua berawal dari kesukaan pada mahluk lucu yang sudah berkumis sedari lahir.
Demi sebuah misi, aku putuskan segera berangkat Ke Jogjakarta. Di tanganku tak ada misi yang mustahil. Malahan setiap kasus yang kutangani, bisa selesai dalam waktu cepat. Bahkan lebih cepat dari perkiraan.
Kudekati Si Pilo. Kucing pintar sekaligus partner dalam setiap pekerjaan. Misi kali ini mungkin akan penuh drama.
"Pilo, kamu masih ingat dengat Prety? Ya, kucing manis pasanganmu yang di adopsi, Nyonya Fitri. Dia telah melahirkan sepasang kucing lucu. Kabar buruknya, salah satu anaknya hilang. Namanya Olif."
Pilo seolah mengerti ucapanku. Wajah murung dan sedih. Terlebih mendengar nama Prety. Ya, aku turut merasa bersalah. Karena meng-upload foto mereka di facebook, Nyonya Fitri tertarik dan berniat meng-adopsi salah satunya. Tak ingin berpisah dengan Pilo, Prety kuserahkan tanpa persetujuan Pilo. Untuk itu aku minta maaf dengan membuatkan topi koboy serupa yang kukenakan.
"Ayo kita berangkat. Semoga misi kita berhasil dan kamu bisa bereuni dengan Prety."
***
Darmaga Teluk Bayur terlihat ramai sore ini. Kapal datang dan pergi menuju tujuan masing-masing. Pilo terlelap manja dalam pangkuan. Seandainya kucing ini tidak takut naik pesawat terbang, pasti kami tiba lebih cepat.
Hp berdering. Itu dari Fitri
'Assalamu'alaikum. Iya, Fit apa ada kabar terbaru?'
'Wa'alaikum salam. Aziz sekarang di mana?'
'Ini sudah di Teluk Bayur. Sepuluh menit lagi kapal berangkat.'
'Olif sudah ketemu. Sampaikan kepada Pilo, Prety tak lagi mengharapkan kehadirannya.'
Klik. Sambungan terputus. Aku tercenggang, Pilo masih terlelap.
Misi Selesai.
Bkt-20-12-15

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »