cerita mereka

ke saya
"Dik, menangislah sejadi-jadinya, sakit sesakit-sakitnya. Tapi, hanya malam ini saja. Berjanjilah! Besok kamu akan baik-baik saja. Relakanlah yang memilih untuk pergi."
.
"Apa Kakak pernah patah hati?" tanyamu kemudian. Aku membisu.
.
Bagaimana mungkin kuceritakan padamu, baru kemarin diri ini mampu mengumpulkan kepingan yang telah terserak berbulan-bulan. Nyatanya tidaklah mudah bila ingatan diperintahkan untuk menghapus atau melupakan siapa saja yang datang kemudian pergi dari hati.
.
Ada yang terlupa bahwa rasa itu murni. Berawal dari tiada menjadi ada, yang datang kelak akan pergi. Andai seseorang itu akhirnya pergi, maka dia adalah ujian sebagai pendewasaan hati. Yang pergi biarlah pergi karena setelahnya akan datang yang lebih baik, tunggulah dengan sabar

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »