penulis awald ambarala
orang-2 zaman dulu sdh menunjukkan kualitas mrk sebagai pencipta budaya Nusantara spt teknik arsitektur (candi-2, prasasti, bendungan-2, keraton-2, dll), teknik kelautan (kapal-2, perahu-2, torpedo (barunastra), bandar-2, dll), astronomi (kalender, petungan, pranatamangsa, dll), ilmu komunikasi (aksara, angka, wewaton, gramatika, dll), fisiognomi (katuranggan, ilmu tanda, dll), sastra (kakawin,kidung, tembang, dll), musik (gamelan, degung, sasando, dll), ilmu hukum (Kutaramanawa, Purwadigama, Kalingga dharmasastra, angger pradata, dll), desain busana (batik, tenun, sulam, dll), seni ukir, kaligrafi, medis, dll. Itu fakta ttg bagaimana tingginya peradaban leluhur bangsa. Yg konyol, orang-2 sekarang tidak mampu mencipta apa-2 karena tidak cerdas, bisanya cuma memaki-maki dan menghujat karya leluhur dengan menyebutnya sebagai bid'ah dan haram. Jadi, setiap kita ketemu orang-2 yg begitu sinis terhadap karya budaya yg pernah dihasilkan suatu bangsa, bisa dipastikan mereka itu bukan orang pintar apalagi cerdas dan jenius