penulis Qkho kabut belantara
Situasi global negara-negara diberbagai kawasan, hari ini semakin
terpola pada semangat regionalisme ekstrim sehingga mempunyai
kecenderungan untuk membentuk model yang multipolaristik, keadaan
tersebut berimbang dengan kemampuan pengembangan pengetahuan ditiap-tiap
konsentrasi kekuatan. Kemajuan pengetahuan dan penciptaan teknologi
mutakhirlah yang menjadi spirit pemersatu diantara kepentingan kekuatan
yang konsentris. Sementara menghadapi kenyataan tersebut, situasi
kebangsaan hari ini hanya berkutat pada pusaran arus permasalahan
kenegaraan, hal tersebut semakin berekses negatif pada kesadaran
berpengetahuan kebangsaan. Saat ini nyaris tidak ditemukan lagi buah
pemikiran yang brilian, tidak dijumpai pula keberhasilan dalam kehidupan
kebangasaan teruatama dalam penyelesaian permasalahan hari ini.
Kenyataan kehidupan berbangsa hari ini yang terus menerus terjebak pada pusaran pertarungan global dan menciptakan iklim konflik yang bermuara pada kehancuran tatanan kehidupan kebangsaan, kondisi demikian harusnya bisa di proteksi secara maksimal dengan kemampuan pengetahuan anak bangsa.
Kenyataan kehidupan berbangsa hari ini yang terus menerus terjebak pada pusaran pertarungan global dan menciptakan iklim konflik yang bermuara pada kehancuran tatanan kehidupan kebangsaan, kondisi demikian harusnya bisa di proteksi secara maksimal dengan kemampuan pengetahuan anak bangsa.
Pengetahuan global yang bergerak sangat cepat, bukan
ditanggapi sebagai tuntutan untuk meraih hal tersebut, melainkan
mendisiplinkan kita untuk mengambil sikap menunggu dan diam pada ruang
berfikir dan berkutat pada permasalahan diri. Bangsa ini lengah dalam
menyadari hal tersebut di atas. Selintas melihat kemampuan bangsa lain
dalam pengetahuan. Bangsa-bangsa yang wilayahnya menjadi arena
pertarungan kekuatan dunia pada masa perang dunia, saat ini
beramai-ramai dan begitu giat dalam usaha mengejar kecepatan
pengetahuan. Hal itu terbukti jepang dengan kemampuan teknologi yang
bisa menghasilkan penciptaan teknologi yang mutakhir. China yang
beberapa yang beberapa decade kemarin hanya sibuk pada perdebatan
idiologisasi Negara, saat ini berhasil menjadi salah satu Negara
industry manufaktur terbesar didunia. India dan Iran merupakan
Negara-negara yang pada periode tahuan 90-an jauh dibawah Indonesia
dalam hal perkembangan Negara, saat ini menjadi Negara yang
digadang-gadang akan menjadi kekuatan baru di kawasan asia, dan itu
dirasakan oleh kita semua kaum muda dan sebagian warga bantaeng, negara
yang terakhir disebut merupakan salah satu negara yang taraf
perkembangan pengetahuannya cukup signifikan. Hal ini dimungkinkan
karena Negara-negara tersebut sangat serius dalam usaha menumbuh
kembangkan spirit berpengetahuan bangsanya.
Kesadaran bernegara
hari ini seharusnya melatih kita untuk membanguan kesadaran
berpengetahuan disetiap lapisan bangsa ini. Kemampuan bernegara
seharusnya tidak menjadikan kita terjebak pada pertaruhan dan menghabis
keseluruhan energi gerak. Kenyataan tersebut jelas mempertegas bahwa
prasayarat bangsa yang harus terdidik Secara pengetahuan semakin
menipis.Kecepatan gerak pengetahuan seharusnya menjadi prioritas untuk
segera mengalokasikan energi dan segenap kemampuan gerak fikir dalam
pencapaian pengetahuan mutakhir. Dalam hal pencapaian pengetahuan, kita
tidak harus sepenuhnya bersandar pada proses-proses formal lewat
kelembagaan pendididikan, tuntutan untuk menciptakan ruang kreatifitas
dalam menciptakan proses-proses pendidikan alternatif yang mendasari
Kaum Muda bantaeng untuk bertanggung jawab dalam ruang tersebut.
Pengetahuan yang coba disadur dalam proses injeksi pengetahuan di kaum
muda hari ini harus disandingankan dengan perangkat anailisis pada
tataran realitas kekiniaan dan peran kebangsaan yang di emban oleh kaum
muda bantaeng. Dari kenyataan diatas, kaum muda bantaeng yang tergabung
dalam TEAM WORK dari beberapa OKP SE-KOTA BANTAENG merasa bertanggung
jawab penuh dalam upaya pemenuhan dan penciptaan ruang berpengetahuan
alternartif untuk bangsa ini, dan untuk mempertegas komitmen tersebut
dalam DIALOG RAMADHAN dengan grand thema “Menoropong Agenda Kaum Muda
Bantaeng: pendidikan,agama,politik,lingkungan,ekonomi dan hukumen